harap

Mengharap,
berharap, diharap, harap-harap…


Hari
lahir tahun ini penuh harapan, seperti harapan di tahun-tahun
sebelumnya. Ah, tampaknya tidak juga. Sebab nyatanya banyak harapan
yang berbeda, yang lebih luar biasa.


Pagi
hari 4 mei, aku diberi hadiah terindah oleh Tuhan. Demam dan pening
yang lumayan membuat badan lemah bergerak. Tentu sakit bukanlah
hadiah yang kuharapkan. Doa yang sering terucap pertama saat ulang
tahun adalah semoga sehat selalu, bukan? Dan pagi itu aku diberi
sakit. Tapi akhirnya sakit itu kuanggap hadiah yang terindah sebab
pagi itu aku ditampar Tuhan untuk kembali mengingat keberadaan.
Mengingat berjuta kesalahan yang sudah kulakukan setahun belakangan.
Mengingat kemalasan yang membuatku tak bergerak mencapai kemajuan.
Mengingat orangtua yang seringkali kusia-siakan. Tamparan hebat di
pagi hari, membuat sadar hinanya diri!


Seorang
kawan berkata: Hadiah terindah tidak terduga ujudnya. Apakah yang
kita harapkan atau tidak. Jadi, tenang saja. Ada saatnya untuk yang
tepat. Lekas sembuh. Selamat ulang tahun.


Sesiang
itu aku di rumah saja, ditemani kedua orang tua yang tersenyum
sepanjang hari. Yang tidak menciumi anaknya, tetapi mensyukuri hari
untuk anaknya. Membuatku tertawa. Menenangkanku yang berharap kakak
segera pulang untuk melengkapi hari itu.


Sesiang
itu aku juga membacai sms. Yang mencari-cariku di kampus, yang hilang
di hari itu. Juga yang mengucapkan banyak doa, dan banyak harapan.
Menyenangkan sekali. Mendapat banyak doa yang bahkan aku pun tak
terpikir untuk berharap itu.


Seorang
kawan berkata: Teguk saja madu kebahagiaan hari ini, walau tidak
dipungkiri, makin kita beranjak dari umur yang awalnya berangka satu,
kita makin tidak merasakan lagi euforia hari lahir. Wajar sekali.
Sudah, tidak perlu sulit, pejamkan mata saja, rasakan Cinta dan rasa
peduli yang begitu harum menguar di sekelilingmu.


Begitu
saja seharian. Hingga malam. Hingga mata ingin segera terpejam.


Seorang
kawan berkata: Kita semakin dekat dengan kematian. Jangan sedih.
Jadikan kematianmu nanti sebagai kematian yang indah.


Rasanya
lelah juga menjalani hidup. Ingin rasanya segera mencapai kematian,
tapi bekal pun belum ada. Ingin rasanya tertidur sejenak, supaya
‘Billy’ bisa istirahat dan digantikan kepribadian kawan-kawan
lainnya.


Seorang
kawan berkata: Niatnya pengen jadi closing hari istimewa lo. Tapi
rupanya lo udah meng-close seluler dan mata lo. Happy bday, siz! Hope
u’ll get d best think u want. Agak luv u. ;p


Aku
sudah menduga kawanku ini akan menutup sms hari itu. Tapi rasanya ada
sesuatu yang hilang. Ternyata sedih sekali saat menyadari ada
seseorang yang aku harapkan untuk meramaikan hari itu, tetapi
ternyata ia tidak muncul. Padahal orang inilah yang diharapkan ada di
hari itu. Dan nyatanya, hingga hari ini, dia tidak juga muncul.
Menyakitkan rasanya, tapi bisa apa?


Meskipun
tak bisa apa-apa, aku yakin aku bukanlah bukan apa-apa. Aku tahu aku
bukan Tuhan, yang bisa begitu saja menebar rahmat pada umatnya.
Sesekali aku berharap dapat kembali, perhatian yang sederhana. Tapi,
aku harus belajar memahami lagi arti kehendak, arti harapan. Ya.
Lagi-lagi aku tersadar, apa yang diharapkan belum tentu didapatkan.


Seorang
kawan berkata: Ini tanggal lahirmu bukan? Mungkin hari ini kau
kebetulan mengingat, “Lalu aku ini apa?” Sesekali, dalam usimu
kini, ada yang terlintas, “Setelah hidup, apa pula arti kehendak
itu?”  (QS 16:4 – QS 51:56)




One Response to “harap”

  1. badact Says:

    sementarapagisudahmerapatjam4lebihsdikitterdengaralunanshalawatpengantaradzansubuhdisertaibisingsuaraairconditionerbututmenemanigariskematianpekerjaankuyangtakpernahberujung,,,
    melepaspenatditemanisisa3batangrokokmurahanbercampurkopidinginagarpandanganterjagadariserangankantukyangbisamenyerangkapanpuniamau,lantasapayangakumaksuddarisemuaini?jelastidakjelas,,,!
    jelasmengomentarimaksudseseorangyangberpendapatbahwa….,artikelahiranadalahawaldaripengharapan,bukanbegitu..?
    dantidakjelasialahsesuatuyangmencobamengulangngulangdenganpengharapanmendapatkansesuatuyangbelumtentujelasdanmungkinyanglebihpastilagijikakitamaumencobamenafikanperspektifkehidupanpolasekuleryangpenuhjanjibiastanpaharusbersikapjelas…,
    kelahiranadalahawaldariterputusnyamatarantaipengharapan..
    sedikitberjuangmelepastiranidirisendiri…
    AYO JEUNG…..!!

Leave a Reply